Definisi wanprestasi: syarat, bentuk, kondisi, penyebab, sanksi

Definisi-wanprestasi-syarat-bentuk-kondisi-penyebab-sanksi

Definisi default
Baca cepat Buka

Cidera Janji adalah terpenuhinya kewajiban atau janji atau tidak terpenuhinya tidak dipenuhinya debitur, sekalipun ia tidak memenuhi janji atau hal yang diperjanjikan.

Putusan itu berasal dari kata Belanda “wanprestie”. Artinya tidak memenuhi kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada pihak-pihak tertentu dalam persekutuan, baik yang timbul dari suatu kontrak maupun suatu perjanjian yang timbul dari suatu undang-undang.

Definisi-wanprestasi-syarat-bentuk-kondisi-penyebab-sanksi
Definisi gagal menurut para ahli

1. Setelah Erawaty dan Badudu

Default adalah penolakan kewajiban berdasarkan kontrak yang dibuat oleh salah satu pihak dalam kontrak.
2. Setelah Muhammad

Keterlambatan yang gagal memenuhi kewajibannya yang harus dinyatakan dalam perintah. Baik kontrak dari kontrak maupun kontrak dari undang-undang.
Baca lebih lanjut: Memahami Pasar Oligopsoni

3. Menurut Saliman

Default adalah tidak terpenuhinya atau tidak terpenuhinya kewajiban yang diatur dalam kontrak antara obligee dan debitur.
4. Menurut ProdJodikoro

Default harus dipahami sebagai kurangnya kinerja di bawah hukum persetujuan, yang harus ditegakkan dalam kerangka perjanjian.
5. Menurut Harahap

Standar seperti mengimplementasikan tugas yang tidak dilakukan tepat waktu atau sebagai tanggapan. Oleh karena itu, debitur berkewajiban untuk memberikan atau membayar ganti rugi (schedevergoeding), atau dalam hal terjadi wanprestasi oleh salah satu pihak, pihak lain dapat menuntut pembatalan akad.
Kondisi standar

Jika dia tidak menepati apa yang dia janjikan, itu sudah cukup.
Lakukan apa yang Anda janjikan tetapi bukan apa yang Anda janjikan.
Lakukan apa yang dia janjikan, tapi sudah terlambat.
Menurut kesepakatan, tidak ada yang bisa dilakukan.

Bentuk default

Bentuk standar

1. Tidak berhasil sama sekali

Jika debitur tidak melakukan, orang tidak berbicara tentang kinerja debitur sama sekali.
2. Tidak mencapai kinerja tepat waktu

Jika kinerja debitur diharapkan akan diberikan, kinerja debitur dianggap tidak tepat waktu.
3. Prestasi yang diraih tapi tidak terpenuhi atau salah Oh

Debitur yang berbuat tetapi berbuat salah dianggap tidak berbuat sama sekali jika kesalahan itu tidak dapat diperbaiki.

Kondisi debitur yang wanprestasi

1. Persyaratan bahan

Musyawarah dilakukan oleh seseorang yang memiliki wasiat, diketahui dan diketahui pelakunya, serta merugikan pihak lain.
Kelalaian terjadi ketika seseorang dengan tugas luar biasa mengetahui atau mencurigai bahwa tindakan atau sikap yang telah dilakukannya itu merugikan.

2. Persyaratan formal

Artinya, perlu diperjelas bahwa obligee ingin segera membayar atau dalam jangka pendek dengan terlebih dahulu memberitahukan secara resmi kepada debitur tentang wanprestasi atau wanprestasi atau panggilan pengadilan.
Baca lebih lanjut: Validitas adalah

Panggilan pengadilan adalah tindakan disipliner yang ditulis kepada debitur oleh kreditur dalam bentuk sertifikat, dan jika debitur wanprestasi atau lalai, debitur berfungsi dengan baik dan dapat dikenakan sanksi, denda atau hukuman. Harus diterapkan.
Penyebab kegagalan

Penyebab standar kejadian
1. Kewajiban debitur (nasabah)

Kerugian dapat dibebankan kepadanya (debitur) jika ada kesengajaan atau kelalaian yang merugikan debitur, siapa yang dapat dimintai pertanggungjawaban.

Kelalaian adalah suatu peristiwa dimana debitur mengetahui atau patut menduga bahwa perbuatan atau sikapnya merugikan.

Sehubungan dengan kelalaian debitur, perlu diketahui kewajiban-kewajiban yang dianggap lalai jika debitur lalai:

Kewajiban untuk memberikan apa yang dijanjikan.
Kewajiban untuk bertindak.
Kewajiban untuk tidak melakukan apapun.

2. Kekuatan superior atau force majeure

Negara wajib adalah negara yang debiturnya tidak dapat memenuhinya karena suatu peristiwa telah terjadi, bukan secara kebetulan.

Jika peristiwa tersebut tidak diketahui atau tidak dapat diprediksi pada saat pertunangan.

Dalam situasi memaksa ini, debitur tidak dapat disalahkan karena kemauan dan kemampuan debitur mengarah pada situasi yang memaksa.

Unsur-unsur yang terkandung dalam keadaan paksa adalah:

Prestasi tidak tercapai karena peristiwa musnahnya benda yang menjadi subjek perikatan selalu bersifat permanen.
Tidak dapat melaksanakan karena hal-hal yang menghambat pelaksanaan perbuatan debitur. Ini bisa permanen atau sementara.
Acara tidak mengungkapkan apakah debitur atau kreditur terlibat. Oleh karena itu tidak menjadi urusan para pihak, terutama debitur.

Sanksi Hukum Standar

Sanksi-Hukum-Standar
1. Perubahan risiko

Karena itu

 

Lihat Juga :